KATA PENGANTAR
Syukur alhamdullah saya panjatkan ke hadiran Allah
SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas UAS dengan judul “apakah ada pengaruh metode pemberian
tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT “ ini. Tak lupa kami
ucapkan terima kasih kepada pembimbing kami Ibu Nur Hilaliati M.Ag. yang telah
membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Demikian makalah kami buat
semoga bermanfaat
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR
ISI...................................................................................................................... ii
BAB
1 : PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG............................................................................................ 1
B. RUMUSAN MASALAH....................................................................................... 1
C. TUJUAN................................................................................................................. 2
BAB
II : PEMBAHASAN................................................................................................. 3
A. DEFINISI HASIL BELAJAR............................................................................... 3
B. MODEL MENGAJAR MENGGUNAKAN METODE
PEMBERIAN TUGAS 4
C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE PEMBERIAN
TUGAS........ 5
D. CARA MENGATASI KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE
PEMBERIAN TUGAS................................................................................................................................. 6
E. CIRI-CIRI BELAJAR............................................................................................ 7
F. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR.............................................................................. 8
G. HASIL PENELITIAN ........................................................................................... 8
BAB
III : PENUTUP.......................................................................................................... 10
KESIMPULAN
................................................................................................................. 10
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................................... 11
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Banyak masalah yang timbul tentang
masalah pembelajaran matematika disetiap sekolah, baik itu dikarenakan siswa
kurang aktif, kurang kemauan, dan kurang semangat siswa serta karena kurangnya
kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita kedalam bentuk kalimat
matematika, disebabkan pelajaran yang diutamakan oleh siswa adalah mata
pelajaran lain.
Kesulitan juga dialami oleh guru
karena kurang pahaman seorang guru terhadap materi yang akan diajarkan, yang mana materi yang sebagai
prasyarat untuk melanjutkan kemateri yang berikutnya atau dengan kata lain mana
materi yang harus di dahulukan dan mana materi yang selanjutnya maksudnya yaitu
agar pelajarnnya bisa berkaitan antara materi yang satu dengan yang lain,
akhirnya berakibat kepada siswa yang diajarkan, karena materi dasarnya atau
materi prasyaratnya belum diajarkan
sehingga siswapun bingung dan akhirnya prestasi belajar siswapun menurun
B.
RUMUSAN MASALAH
apakah
ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1
JONGGAT ?
C.
TUJUAN
Untuk
mengetahui apakah ada pengaruh terhadap metode pemberian tugas terhadap hasil
belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT
BAB II
PEMBAHASAN
A.
DEFINISI HASIL BELAJAR
Hintzman dalam bukunya the psychology of learning and memory
berpendapat learning is a change in
organism due to experience which can
affect the organism’s behavior. Berpendapat bahwa belajar adalah suatu
perubahan yang terjadi dalam diri organisme
(manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi
tingkah laku organisme tersebut.[1]
Belajar
Menurut Pandangan Robert M. Gagne
Belajar adalah suatu proses suatu proses yang kompleks,
sejalan dengan itu menurut Robert M. Gagne (1970) belajar merupakan kegiatan
yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas
disebabkan (1) stimulasi yang berasal dari lingkungan. (2) proses kognitif yang
dilakukan olek pelajar. Gagne (1970) mengemukakan bahwa belajar adalah
perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar
secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.[2]
Secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah
laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi
dengan lingkungan yang melibatkanproses kognitif.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia Hasil adalah sesuatu yang menjadi akibat dari usaha,
pendapatan, panen dan sebagainya.[3]
Jadi hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui
kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang
yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relative
menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkomtrol yang disebut
kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah
ditetapkan lebih dahulu oleh seorang guru. Anak yang berhasil dalam belajar
ialah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan
instruksional.
B.
Model mengajar menggunakan metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas dan prestasi
adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan tugas tertentu
agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus di pertanggung
jawabkannya. Tugas yang di berikan oleh guru dapat memperdalam bahan
pengajaran, dan dapat pula mengecek bahan yang dipelajri. Tugas dan resitasi
merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.
C.
Kelebihan dan kekurangan metode pemberian tugas
a.
Kelebihan
Model pemberian tugas mempuyai beberapa kebaikanantara
lain: 1 pengetahuan yang diperoleh
murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yang banyak
berhubungan dengan minat atau bakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih
meresap, tahan lama dan lebih otentik. (2) mereka berkesempat memupuk perkembangan
dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri. (3)
tugas dapat meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih
memperdalam, memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari.
(4) tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengelola sendiri
informasi dan komunikasi. Hal ini di perlukan sehubungan dengan abad infornasi
dan komunikasi yang maju demikian yang maju demikian pesat dan cepat. (5)
metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar dilakukan dengan
berbagai variasi sehingga tidak membosankan.
b. Kekurangan
beberapa kelemahan dari metode
pemberian tugas ini dalam pembelajaran adalah: (1) seringkali siswa melakukan
penipuan diri dimana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain, tanpa
mengalami peristiwa belajar. (2) adakalanya tugas ini dikerjakan oleh orang
lain tanpa pengawasan. (3) apabila tugas terlalu di berikan atau hanya melepas
tanggung jawab bagi guru, apalagi bila tugas tugas itu sukar dilaksanakan
ketegangan mental mereka dapat terpengaruh. (4) karena kalau tugas diberikan
secara umum mungkin seorang anak didik akan mengalami kesulitan karena sukar
selalu menyelesaikan tugas dengan adanya perbedaan individual. Kelemahan ini
lebih diibaratkan pada siswa, tetapi ada juga kelemahan guru.
D.
CARA MENGATASI KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE PEMBERIAN
TUGAS
Ada beberapa cara unruk mengatasi
kelemahan-kelemahan dari metode pemberian tugas ini antara lain : (1) tugas
yang diberikan kepada siswa hendaknya jelas, sehingga mereka mengikuti apa yang
harus dikerjakan. (2) tugas yang diberikan kepada siswa dengan memperlihatkan
perbedaan individu masing-masing. (3) waktu untuk menyelesaikan tugas harus
cukup. (4) adalah control atau pengawasan yang sitematis atas tugas yang
diberikan sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh (5)
tugas yang diberikan hendaknya dipertimbangkan; (a) menarik minatdan perhatian
siswa (b) mendorong siswa untuk mencari, mengalami, dan menyampaikan (c)
diusahakan tugas itu bersifat praktis dan ilmiah (d) bahan pelajaran yang
ditugaskan agar diambilkan dari hal-hal yang dikenal siswa[4]
E.
CIRI-CIRI BELAJAR
dalam definisi beberapa ahli, dapat
disimpulkan adanya beberapa ciri belajar yaitu:
a. Belajar ditandai dengan adanya perubahan
tingkah laku. Ini berarti, bahwa hasil dari belajar hanya cepat diamati dari
tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi
tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa mengamati tingkah laku hasil
belajar, kita tidak akan dapat mengetahui ada tindakan hasil belajar.
b. Perubahan perilak. Ini berarti, bahwa
perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan
tetap atau tidak berubah-rubah. Tetapi, perubahan tingkah laku tersebut tidak
akan terpancang seumur hidup.
c. Perubahan tingkah laku tidak harus segera
dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan tingkah
laku tersebut bersifat potensial.
d. Perubahan tingkah laku merupakan hasil
latihan atau pengalaman.
e. Pengalaman atau latihan itu dapat memberi
penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberi semangat atau dorongan
untuk mengubah tingkah laku.
F.
PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Di dalam tugas melaksanakan proses
mengajar, seorang guru perlu memerhatikan beberapa prinsip belajar diantaranya
:
a. Apapun yang di pelajari siswa, dialah yang
harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu, siswalah yang harus bertindak
aktif.
b. Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat
kemampuannya.
c. Siswa akan dapat belajar dengan baik bila
mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses
belajar.
d. Penguasaan yang sempurna dari setiap
langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lebih berarti.
e. Metivasi belajar siswa akan lebih
meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas
belajarnya.[5]
G.
HASIL PENELITIAN
Tentu ada, karena dengan adanya metode pemberian tugas maka siswa akan
menjadi lebih berusaha untuk bisa menyelesaikan tugasnya tersebut. Sehingga hasil
belajarnya menjadi lebih maksimal. Jika
di kaitkan dengan materi kelebihan dari metode ini adalah pengetahuan yang
diperoleh murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan
yang banyak berhubungan dengan minat atau bakat yang berguna untuk hidup mereka
akan lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik. tugas dapat meyakinkan
tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau
memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan kesimpulan dan analisis
dapat ditarik kempulan bahwa terdapat pengaruh dalam metode pemberian tugas
yang ada di SMAN 1 JONGGAT
DAFTAR PUSTAKA
Baharudin dan Wahyuni nur esa.2017.Teori Belajar dan
Pembelajaran.AR-RUZZ media:Jogjakarta
Syah Muhibbin .2010.psikologi
pendidikan.Remaja rosdakarya;bandung
Sagala Syful.2003.konsep dan makna
pembelajaran.ALVABET:Bandung
Drs.kamisa 2013. Kamus Besar BAHASA
INDONESIA. Cahaya Agency: Surabaya
[1] Muhibbin Syah.psikologi pendidikan(bandung remaja rosdakarya,2010),
hal 88-89
[2] Syaiful sagala.konsep dan makna pembelajaran.(bandung alfabeta,2013,
hal 17
[3] Kamisa,kamus besar Bahasa Indonesia,(Surabaya cahaya agency 2013)
hal 221
[4] Syaiful sagala.konsep dan makna pembelajaran.(bandung
alfabeta,2013,hal 219-220
[5] Baharudin dan esa nur wahyuni. Teori belajar dan pembelajaran.(Jogjakarta.ar-ruzz
media.2010) hal 15-16
0 komentar:
Posting Komentar