Selasa, 30 Mei 2017

Pengaruh Metode Pemberian Tugas Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XII IPA 2 di SMAN 1 JONGGAT

KATA PENGANTAR
Syukur alhamdullah saya panjatkan ke hadiran Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas UAS dengan judul “apakah ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT “ ini. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pembimbing kami Ibu Nur Hilaliati M.Ag. yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Demikian makalah kami buat semoga bermanfaat











DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB 1 : PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A.    LATAR BELAKANG............................................................................................ 1
B.     RUMUSAN MASALAH....................................................................................... 1
C.     TUJUAN................................................................................................................. 2
BAB II : PEMBAHASAN................................................................................................. 3
A.    DEFINISI HASIL BELAJAR............................................................................... 3
B.     MODEL MENGAJAR MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS 4
C.     KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE PEMBERIAN TUGAS........ 5
D.    CARA MENGATASI KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE PEMBERIAN           TUGAS................................................................................................................................. 6
E.     CIRI-CIRI BELAJAR............................................................................................ 7
F.      PRINSIP-PRINSIP BELAJAR.............................................................................. 8
G.    HASIL PENELITIAN ........................................................................................... 8
BAB III : PENUTUP.......................................................................................................... 10
KESIMPULAN ................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 11
BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Banyak masalah yang timbul tentang masalah pembelajaran matematika disetiap sekolah, baik itu dikarenakan siswa kurang aktif, kurang kemauan, dan kurang semangat siswa serta karena kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita kedalam bentuk kalimat matematika, disebabkan pelajaran yang diutamakan oleh siswa adalah mata pelajaran lain.
Kesulitan juga dialami oleh guru karena kurang pahaman seorang guru terhadap materi yang akan  diajarkan, yang mana materi yang sebagai prasyarat untuk melanjutkan kemateri yang berikutnya atau dengan kata lain mana materi yang harus di dahulukan dan mana materi yang selanjutnya maksudnya yaitu agar pelajarnnya bisa berkaitan antara materi yang satu dengan yang lain, akhirnya berakibat kepada siswa yang diajarkan, karena materi dasarnya atau materi prasyaratnya belum diajarkan  sehingga siswapun bingung dan akhirnya prestasi belajar siswapun menurun



B.     RUMUSAN MASALAH
apakah ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT ?

C.    TUJUAN
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap metode pemberian tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT












 BAB II
                           PEMBAHASAN
A.    DEFINISI HASIL BELAJAR
Hintzman dalam bukunya the psychology of learning and memory berpendapat learning is a change in organism due to  experience which can affect the organism’s behavior. Berpendapat bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme  (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.[1]
                        Belajar Menurut Pandangan Robert M. Gagne
Belajar adalah suatu proses suatu proses yang kompleks, sejalan dengan itu menurut Robert M. Gagne (1970) belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan (1) stimulasi yang berasal dari lingkungan. (2) proses kognitif yang dilakukan olek pelajar. Gagne (1970) mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.[2]
Secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkanproses kognitif.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia  Hasil  adalah  sesuatu yang menjadi akibat dari usaha, pendapatan, panen dan sebagainya.[3]
Jadi hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relative menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkomtrol yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah ditetapkan lebih dahulu oleh seorang guru. Anak yang berhasil dalam belajar ialah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan instruksional.
B.     Model mengajar menggunakan metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas dan prestasi adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus di pertanggung jawabkannya. Tugas yang di berikan oleh guru dapat memperdalam bahan pengajaran, dan dapat pula mengecek bahan yang dipelajri. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.
C.    Kelebihan dan kekurangan metode pemberian tugas
a.      Kelebihan
Model pemberian tugas mempuyai beberapa kebaikanantara lain: 1 pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat atau bakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik. (2) mereka berkesempat memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri. (3) tugas dapat meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari. (4) tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengelola sendiri informasi dan komunikasi. Hal ini di perlukan sehubungan dengan abad infornasi dan komunikasi yang maju demikian yang maju demikian pesat dan cepat. (5) metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.
b.      Kekurangan
beberapa kelemahan dari metode pemberian tugas ini dalam pembelajaran adalah: (1) seringkali siswa melakukan penipuan diri dimana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar. (2) adakalanya tugas ini dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. (3) apabila tugas terlalu di berikan atau hanya melepas tanggung jawab bagi guru, apalagi bila tugas tugas itu sukar dilaksanakan ketegangan mental mereka dapat terpengaruh. (4) karena kalau tugas diberikan secara umum mungkin seorang anak didik akan mengalami kesulitan karena sukar selalu menyelesaikan tugas dengan adanya perbedaan individual. Kelemahan ini lebih diibaratkan pada siswa, tetapi ada juga kelemahan guru.
D.    CARA MENGATASI KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE PEMBERIAN TUGAS
Ada beberapa cara unruk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode pemberian tugas ini antara lain : (1) tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya jelas, sehingga mereka mengikuti apa yang harus dikerjakan. (2) tugas yang diberikan kepada siswa dengan memperlihatkan perbedaan individu masing-masing. (3) waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup. (4) adalah control atau pengawasan yang sitematis atas tugas yang diberikan sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh (5) tugas yang diberikan hendaknya dipertimbangkan; (a) menarik minatdan perhatian siswa (b) mendorong siswa untuk mencari, mengalami, dan menyampaikan (c) diusahakan tugas itu bersifat praktis dan ilmiah (d) bahan pelajaran yang ditugaskan agar diambilkan dari hal-hal yang dikenal siswa[4]
E.     CIRI-CIRI BELAJAR
dalam definisi beberapa ahli, dapat disimpulkan adanya beberapa ciri belajar yaitu:
a.       Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Ini berarti, bahwa hasil dari belajar hanya cepat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa mengamati tingkah laku hasil belajar, kita tidak akan dapat mengetahui ada tindakan hasil belajar.
b.      Perubahan perilak. Ini berarti, bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-rubah. Tetapi, perubahan tingkah laku tersebut tidak akan terpancang seumur hidup.
c.       Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan tingkah laku tersebut bersifat potensial.
d.      Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.
e.       Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberi semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.
F.     PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Di dalam tugas melaksanakan proses mengajar, seorang guru perlu memerhatikan beberapa prinsip belajar diantaranya :
a.       Apapun yang di pelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu, siswalah yang harus bertindak aktif.
b.      Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.
c.       Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajar.
d.      Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lebih berarti.
e.       Metivasi belajar siswa akan lebih meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya.[5]
G.    HASIL PENELITIAN
Tentu ada, karena dengan adanya  metode pemberian tugas maka siswa akan menjadi lebih berusaha untuk bisa menyelesaikan tugasnya tersebut. Sehingga hasil belajarnya menjadi lebih maksimal.  Jika di kaitkan dengan materi kelebihan dari metode ini adalah pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat atau bakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik. tugas dapat meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari













 BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Berdasarkan kesimpulan dan analisis dapat ditarik kempulan bahwa terdapat pengaruh dalam metode pemberian tugas yang ada di SMAN 1 JONGGAT














DAFTAR PUSTAKA
Baharudin dan Wahyuni nur esa.2017.Teori Belajar dan Pembelajaran.AR-RUZZ media:Jogjakarta
Syah Muhibbin .2010.psikologi pendidikan.Remaja rosdakarya;bandung
Sagala Syful.2003.konsep dan makna pembelajaran.ALVABET:Bandung
Drs.kamisa 2013. Kamus Besar BAHASA INDONESIA. Cahaya Agency: Surabaya




[1] Muhibbin Syah.psikologi pendidikan(bandung remaja rosdakarya,2010), hal 88-89
[2] Syaiful sagala.konsep dan makna pembelajaran.(bandung alfabeta,2013, hal 17
[3] Kamisa,kamus besar Bahasa Indonesia,(Surabaya cahaya agency 2013) hal 221
[4] Syaiful sagala.konsep dan makna pembelajaran.(bandung alfabeta,2013,hal 219-220

[5] Baharudin dan esa nur wahyuni. Teori belajar dan pembelajaran.(Jogjakarta.ar-ruzz media.2010) hal 15-16

0 komentar:

Posting Komentar

 

MATEMATIKA CERIA Template by Ipietoon Cute Blog Design