Selasa, 30 Mei 2017

Cra Ampuh Menghilanagkan Jerawat

Jerawat adalah masalah kulit yang seringkali membuat kita jengkel. Ditambah lagi bekas yang ditimbulkan jerawat sangat sulit untuk dihilangkan.
Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk menghilangkan bekas jerawat, beberapa diantaranya adalah dengan terapi laser atau menggunakan produk – produk kecantikan yang direkomendasikan dokter maupun yang dapat anda peroleh di pasaran.
Jika anda ingin menghilangkan bekas jerawat tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal, anda dapat mencoba menggunakan bahan – bahan alami yang dapat dengan mudah anda temui di dapur.
Perawatan secara rutin dengan bahan alami mampu mengatasi masalah pada wajah dan tentunya tidak menimbulkan efek samping. Berikut ini adalah cara menghilangkan bekas jerawat dengan bahan-bahan alami :

1. Lemon


Lemon dapat mempercepat produksi kolagen pada kulit dan merangsang terbentuknya sel kulit baru. Lemon juga sangat efektif mencerahkan kulit wajah  dan menghilangkan noda yang ditimbulkan jerawat.
  1. Siapkan satu buah lemon
  2. Tekan sedikit lemon agar cairannya nanti mudah keluar ketika diperas
  3. Potong lemon menjadi dua bagian, lalu peras seperti gambar diatas
  4. Oleskan cairan lemon pada area yang terdapat bekas jerawatnya
  5. Biarkan selama 15 menit, kemudian bilas dengan air dingin dan keringkan dengan handuk
  6. Lakukan perawatan ini secara rutin sekali dalam sehari
  7. Gunakan pelembab setelah menggunakan lemon sebagai masker, karena lemon dapat berpengaruh kulit dan membuatnya kering

2. Kulit Jeruk

Kadar vitamin C dan asam alpha hidroksi yang cukup tinggi dalam kulit jeruk mampu membersihkan pori – pori kulit yang tersumbat debu dan kotoran. Selain itu, senyawa ini juga dapat mengangkat sel kulit mati. Jika digunakan secara rutin, kulit jeruk dapat membantu menghilangkan bekas jerawat.
  1. Keringkan kulit jeruk di bawah matahari selama beberapa hari sampai benar benar kering
  2. Haluskan kulit jeruk sampai menjadi bubuk
  3. Tambahkan air pada bubuk kulit jeruk dan aduk hingga menjadi pasta
  4. Oleskan pasta pada wajah yang berjerawat dan diamkan selama beberapa menit
  5. Bilas dengan air hangat

3. Madu


Gambar dari accentmedia.ro
Madu adalah salah satu bahan alami terbaik untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya. efek antiseptik madu dapat mengurangi peradangan pada wajah dan melembabkan kulit. Madu sangat cocok digunakan pada semua jenis kulit, terutama kulit sensitif.
  1. Siapkan beberapa tetes madu
  2. Oleskan madu langsung pada noda bekas jerawat
  3. Diamkan selama 15 menit
  4. Setelah madu mengering dan lengket, bilas dengan air dingin dan keringkan
  5. Anda dapat melakukan perawatan ini 3 kali dalam seminggu

4. Es batu

Es batu adalah bahan yang paling mudah didapat dan cukup ampuh untuk menghilangkan bekas jerawat. Es batu memiliki efek menenangkan kulit dan mengurangi peradangan.
  1. Pastikan air yang digunakan untuk membuat es batu tersebut steril
  2. Bungkus es batu secukupnya dengan kain bersih
  3. Oleskan atau diamkan pada noda bekas jerawat selama beberapa detik
  4. Ulangi proses tersebut hingga beberapa kali pada area yang lain
  5. Lakukan perawatan ini sampai 3 kali sehari
Selain itu, anda dapat mengganti air putih dengan air rendaman teh hijau untuk membuat es batu dan mengoleskannya pada kulit. teh hijau mampu mengurangi peradangan pada kulit lebih baik dibandingkan air biasa.

5. Cuka sari apel

Cuka sari apel mampu mengatur tingkat keasaman atau pH kulit dan mengurangi kulit kemerahan akibat jerawat.
  1. Campurkan 5 ml cuka sari apel dengan 95 ml air
  2. Oleskan pada bekas jerawat menggunakan kapas
  3. Biarkan selama 10-20 menit kemudian bilas dengan air hangat
  4. Untuk hasil yang lebih efektif, lakukan sebelum tidur dan biarkan selama semalaman

6. Lidah buaya


Lidah buaya mampu menyembuhkan berbagai macam luka termasuk bekas jerawat. Lidah buaya mengandung aloesin, suatu zat yang dapat menghambat pembentukan melanin yang menyebabkan kulit menjadi gelap.
Tidak hanya itu, senyawa dalam lidah buaya mampu merangsang terbentuknya sel kulit baru dan memudarkan bekas jerawat.
  1. Potong lidah buaya menjadi dua bagian
  2. Iris bagian yang berduri
  3. Kupas bagian atas kulit lidah buaya agar mempermudah kita mengambil gelnya
  4. Ambil gelnya dan letakkan pada wadah
  5. Haluskan gel menggunakan garpu atau bisa juga diblender
  6. Oleskan gel lidah buaya langsung pada kulit wajah atau pada noda bekas jerawat
  7. Diamkan selama kurang lebih 15 menit
  8. Bilas dengan air hangat dan keringkan
  9. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan perawatan ini dua kali sehari selama sebulan

7. Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa thiacremonon sulfur yang dapat mengeringkan jerawat serta senyawa allicin yang bersifat antiseptik yang sangat ampuh menangkal bakteri penyebab jerawat. Kandungan senyawa dalam bawang putih juga mampu membersihkan kulit dari bekas jerawat.
  1. Haluskan bawang putih, lalu oleskan pada bekas jerawat
  2. Diamkan selama beberapa menit
  3. Bilas dengan air hangat
  4. Untuk hasil yang lebih optimal, bawang putih yang telah dihaluskan dapat dicampur dengan cuka sari apel sebelum dioleskan ke wajah.

8. Pepaya


Gambar dari versveldiseno.intechcenter.us
Pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi mengikis sel kulit mati. Pepaya juga mengandung antioksidan dan vitamin yang dapat mengatasi kulit kemerahan akibat jerawat sekaligus dapat memudarkan bekas jerawat.
  1. Bersihkan pepaya dan potong menjadi beberapa bagian
  2. Haluskan pepaya, lalu oleskan masker pada wajah
  3. Diamkan selama kurang lebih 15 menit
  4. Bilas dengan air hangat
  5. Papaya memiliki efek yang cukup kuat pada kulit. Setelah 15 menit, jika tidak segera dibersihkan masker pepaya dapat menimbulkan kemerahan pada kulit

9. Scrub Gula

Gula murni adalah salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk mengikis sel kulit mati, terutama pada noda bekas jerawat.
  1. Buatlah pasta gula dengan mencampurkan 1 sendok makan gula dengan 1 sendok teh minyak  zaitun
  2. Oleskan pada wajah dan pijat selama 3 – 5 menit
  3. Bilas dengan air hangat dan bersihkan

10. Masker Alpukat dan Madu


Nutrisi yang terkandung dalam alpukat mampu melindungi kulit dari radiasi sinar matahari yang dapat memperparah noda bekas jerawat. Sementara madu adalah bahan alami yang dapat meningkatkan proses regenerasi kulit dan mengurangi peradangan.
Masker alpukat dan madu adalah salah satu kombinasi yang tepat untuk memudarkan bekas jerawat.
  1. Pertama-tama ambil daging alpukat dan masukkan ke wadah
  2. Haluskan daging buah alpukat secukupnya dan campur dengan madu (ditambah perasan lemon lebih bagus)
  3. Oleskan merata pada wajah dan diamkan selama 15 menit
  4. Bilas dengan air hangat dan keringkan
  5. Lakukan perawatan ini 2 – 3 kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal

11. Baking Soda

Baking soda adalah salah satu agen eksfolian kulit yang dapat mengikis sel kulit mati dan menghilangkan bekas jerawat. Baking soda juga mampu meningkatkan pH kulit dan mencegah pertumbuhan bakteri p. Acne pada wajah.
  1. Buat pasta dengan mencampur satu sendok teh baking soda dengan dua sendok teh air.
  2. Oleskan pada wajah dan pijat selama dua menit
  3. Bilas dengan air hangat dan keringkan
  4. Pasta baking soda tersebut juga langsung dapat diaplikasikan pada area bekas jerawat. Cukup oleskan pada noda bekas jerawat dan diamkan selama 10 hingga 15 menit

12. Ketimun


Gambar dari www.phaneres.com
Astringent yang terkandung dalam ketimun mampu mengurangi kemerahan pada kulit dan mencegah timbulnya bekas jerawat. Ketimun juga mengandung vitamin E, antioksidan penangkal efek radikal bebas yang berbahaya bagi kulit.
  1. Iris ketimun dan letakkan irisan ketimun langsung pada wajah.
  2. Diamkan selama beberapa menit
  3. Bilas dengan air hangat dan keringkan
  4. Anda juga dapat membuat masker pencerah dari ketimun dengan memarut ketimun dan mencampurmya dengan madu
  5. Oleskan campuran tersebut pada noda bekas jerawat dan diamkan selama 15 menit
  6. Bilas dengan air hangat dan keringkan
  7. Lakukan perawatan ini dua kali sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal

13. Putih Telur

Putih telur sangat bermanfaat untuk me dan menghilangkan bekasnya. Asam amino dan protein yang terkandung dalam putih telur dapat mengencangkan pori – pori kulit dan mempercepat regenerasi kulit.
  1. Ambil sebutir telur, pisahkan kuning dan putih telur.
  2. Kocok putih telur hingga mengembang
  3. Oleskan pada wajah atau pada bekas jerawat hingga mengering
  4. Bilas dengan air hangat
  5. Lakukan perawatan ini 2 – 3 kali dalam seminggu

14. Pasta gigi

Pasta gigi mengandung fluoride, triclosan, dan hidrogen peroksida yang dapat mencegah iritasi kulit, mengeringkan jerawat dan mengurangi peradangan maupun bekas yang ditimbulkan oleh jerawat. Cara menggunakan pasta gigi sebagai obat jerawat juga sangat mudah.
  1. Oleskan pasta gigi langsung pada bekas jerawat dan hindari mengoleskan pasta gigi ke seluruh area kulit wajah.
  2. Biarkan selama kurang lebih 2 jam atau semalaman.
  3. Bilas wajah dengan air dingin dan keringkan
Jika anda memiliki kulit sensitif sebaiknya hindari menggunakan pasta gigi pada kulit. Jika memungkinkan, pilihlah pasta gigi dengan kandungan fluoride yang lebih rendah atau pasta gigi organik.

15. Minyak Pohon Teh


Gambar dari thanhnien.vn
Zat terpenoid dalam minyak pohon teh dapat mengusir bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan yang ditimbulkannya. Perawatan menggunakan minyak pohon teh diyakini memiliki efek yang sama dengan perawatan menggunakan benzoyl peroxide.
  1. Campurkan 5 ml minyak pohon teh dengan 95 ml air
  2. Oleskan pada area kulit yang berjerawat dengan kapas.
  3. Lakukan 2 – 3 kali sehari
Perhatian :
Minyak pohon teh dapat menimbulkan alergi pada kulit. Sebelum mengaplikasikannya pada kulit, ada baiknya menguji reaksinya terlebih dahulu.
Oleskan sedikit minyak pada pergelangan tangan dan lihatlah reaksinya setelah beberapa jam. Apabila tidak timbul reaksi seperti kemerahan atau gatal, maka minyak pohon teh aman jika diaplikasikan pada wajah yang berjerawat.
Agar hasil yang diperoleh maksimal maka lakukan juga tips – tips berikut ini :

Jangan terlalu sering terpapar sinar matahari

Paparan sinar matahari langsung dapat membahayakan kulit. Sinar ultraviolet dapat memicu terbentuknya melanin yang merupakan penyebab timbulnya noda kehitaman pada bekas jerawat.
Tidak hanya itu, sinar UV juga berbahaya dan dapat menimbulkan masalah kulit yang serius seperti kanker kulit. Selalu gunakan tabir surya atau sunblock ketika beraktifitas di luar ruangan

Hindari menggunakan air panas saat memcuci wajah

Menggunakan air yang terlalu panas saat membersihkan wajah dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Hindari pula menggunakan handuk atau kain yang kasar pada wajah. Pilih jenis kain atau handuk yang lembut untuk mengeringkan wajah agar tidak merusak kulit.

Rutin membersihkan sel kulit mati

Melakukan pengikisan sel kulit mati secara rutin dapat mempercepat proses regenerasi kulit dan menghilangkan bekas jerawat.

Anda dapat melakukan pengelupasan sel kulit mati dengan menggunakan bahan – bahan alami yang telah dijelaskan sebelumnya. Lakukan pengikisan sel kulit mati minimal sekali dalam seminggu.

Dasar-Dasar Penetapan Nasikh dan Mansukh


       Manna’Al-Qaththan menetapkan tiga dasar untuk menegaskan bahawa suatu ayat dikatakan nasikh (menghapus) ayat lain mansukh (dihapus). Ketiga dasar adalah:
1.      melalui pentransmisian yang jelas (An-naql Al-sharih) dari nabi dan para sahabatnya, seperti hadis yang artinya “(aku dulu) melarang kalian berziarah kubur, (sekarang) berziarahlah.
Juga seperti ungkapan anas berkaitan dengan ashab sumur ma’unah: “wanuzilah fihim quran qaranah hata rufi’a”(untuk mereka telah turun ayat, sampai akhirnya dihapus).
2.      Melalui kesepakatan umat bahwa ayat ini nasikh dan ayat itu mansukh.
3.      Melalui study sejarah, mana ayat lebih belakang turun, sehingga disebut nasikh, dan mana yang turun duluan disebut mansukh.
Al-Qathathan menambahkan bahwa nasikh tidak bisa ditetapkan melalui prosedur ijtihad, pendapat ahli tafsir, karena adanya kontradiksi antara beberapa dalil bisa dilihat dari lahirnya atau belakangannya keislaman salah seorang dari pembawa riwayat.
Perbedaan pendapat tentang adanya ayat-ayat mansukh dalam al-qura’an
Sebagaimana tlah disebutkan diatas, terdapat pendapat dikalangan ulama tentang eksistensi naskh dalam al-qur’an.
1.      Menerima keberadaan naskh dalam al-qur’an. Pendapat ini dikemukakan mayoritas ulama. Untuk memperkuat pendapatnya, mereka mengemukakan argumentasi naqliah dan aqliah. Mereka mengemukakan firman-firman Allah berikut:
-Al-baqarah(2):106 yang artinya”untuk ayat apa saja kami tunda, atau kami sebabkan (rasul) mlupakannya, maka kami akan datangkan yang lebih baik atau yang semisal dengannya.”
-ar-ra’da(13):39 yang artinya”tuhan akan menghapuskan apa-apa yang dikehendaki-nya dan disisnya terdapat “induk” Al-kitabin”
-an-nabl(16):101 yang artinya “dan ketika kami pertukarkan ayat satu dengan ayat lainnya dan tuhan maha mengetahui apa-apa yang diturunkan nya , mereka berkata kamu(muhammad) hanya seorang yang mengada-ada , bukankah demikian, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui”.
Adapun dalil-dalil yang mereka kemukakan adalah sebagai berikut:
         Dalil pertama. Naskh tidak merupakan hal yang terlarang menurut akal pikiran, dan setiap yang tidak dilarang berarti boleh. Dalam hal ini mu’tazilah menambahkan bahwa hukum Allah itu wajib membawa maslahat bagi hambanya. Adapun ahl sunnah mengatakan bahwa tidak ada yang wajib bagi Allah sesuatupun terhadap hambanya.
          Dalil kedua. Seandainya naskh tidak dibolehkan akal dan tidak terjaddi dalam naskh, syari’ tidak boleh memerintahkan sesuatu kepada hambanya dengan perintah sementara dan melarangnya dengan larangan sementara. Akan tetapi, pendapat ini ditolok oleh para penentang naskh.
           Dalil ketiga. Seandainya nasikh itu tidak bboleh menurut akal dan terjadi menurut sami’yat, tidak akan ditetapkan risalah Muhammad-SAW. Kepada selurh alam, sedangkan semuanya mengakui bahwa rislah itu semua berlaku untuk seluruh alam dengan dalil yang pasti.
           Dalil keempat. Terdapat dalil yang menunjukan naskh terjadi menurut nas sehingga membawa pengertian boleh bertambah.
2.      Menolak keberadaan naskh dalam al-qu’an diantar orang yang masuk kedalam kelompok ini adalah abu muslim al-ashfahani dan imam ar-razi . yang bersebrangan dengan pendapat mayoritas adalah muhammad abduh, rasyid ridha, taufiq sidqy, dan ustaz al-khudri.
Abduh keberatan untuk mengajukan al-qur’an surah al-baqarah(2):106 sebagai legimitasi naskh dalam al-qur’an juga dikemukakan oleh al-ashfahani.
Mayoritas ulama yang didukung oleh surat an-nahl(16):101 , Al-ashfahani membantahnya dengan mengajukan surah al-fushilat(41):42 yang artinya” tidak datang kepadanya(al-qur’an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang. (karena) ia diturunkan dari tuhan yang mahabijaksana lagi mahaterpuji”
Menurut al-ashfahani, bertolak dari ayat diatas al-qur’an tidak mungkin disentuh pembatalan.
Quraish shihab menyimpulan bahwa semua ayat al-qur’an pada dasarnya berlaku. Ayat hukum yang tidak kondusif(berlaku) pada sewaktu-waktu , pada waktu yang berlainan akan tetap berlaku bagi oarang-orang yang memiliki kesesuaian kondisi dengan apa yang ditunjuk oleh ayat yang bersangkutan. Artinya bahwa islam diterapkan secara hierarkis, sebagaiman al-qur’an   diturunkan secara bertahap.[1]



Dasar-dasar penetapan nasikh dan mansukh
Manna al-khathathan dalam kitabnya mabahist fi ulumil qur’an untuk menegaskan bahwa suatu nasikh (menghapus) dan ayat lain dikatakn mansukh( dihapus). Ketiga dasr tersebut adalah:
1.      An naql as shorih (pentransmisian yang jelas) dari Nabi atau para sahabatnya, seperti sabda Nabi tentang ziarah; “kuntu nahaitukum an ziaratil qubri fa zuruha” (dulu saya melarang kamu untuk ziarah kubur , sekarang berziarahlah).
2.      Melalui kesepakan umat bahwa ayat ini nasakh dan ayat ini mansukh.
3.      Melalui study sejarah, ayat mana ynag datang dulu dan mana yang datang belakangan.[2][3]



Perbedaan pendapat tentang adanya ayat-ayat mansukh dalam al-qura’an
Para ulama sepakat tentang tidak ditemukannya “ikhtilaf” dalam arti kontradiksi dalam kandungan ayat-ayat al-qur’an. Dalam menghadapi ayat-ayat yang sepintas lalu dinilai memiliki gejala kontradiksi , mereka mengkompromikannya.
      Adapun cara rekonsiliasi adalah mereka sepakat bahwa tidak ada kontradikisi dalam ayat-ayat al-qur’an. Dikatakan bahwa syarat kontradiksi adalah persamaan obyek, subyek, waktu, syarat dan lain-lain.
Perbedaan yang mengandung pro dan kontra dikalangan ulama terjadi ketika memasuki pembahasan mengenai kata ayat pada firman allah yang artinya “ apa saja yang kami naskan atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya dan kami datangkan yang lebih baik dari pada atau yang sebanding dengannya ... Q.S(2): 106”
Para ulama yang mengatakan adannya nasikh mengemukakan alasan-alasan berdasarkan naqli(al-qur’an) dan’aql(rasio).
        Pendapat yang kedua ini dilandaskan pada firman allah yang artinya “ bahkan mereka berkata pula: (al-qur’an adalah ) mimipi-mimpi yang kalut malah diada-adakannya , bahkan dia sendri seorang penya’ir, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita sesuatu”mu’jizat” sebagaimana rasul-rasul yang tlah lalu diutus”
Alasan lain yang dapat dianggap terkuat mahwa naskh itu tidak terdapat dalam al-qur’an.
Pendapat abu muslim, ditangkis oleh para pendukung naskh dengan mengatakan bahwa, ayat tersebut tidak berarti lawan dari kebenaran.
Namaun abu muslim al-asfahaniy segera mendapat pembelaaan dari para ahli dan segera menunjukan kelemahan pendapant pro nasikh.[4]



Dasar-dasar penetapan nasikh dan mansukh
Manna al-khathathan dalam kitabnya mabahist fi ulumil qur’an untuk menegaskan bahwa suatu nasikh (menghapus) dan ayat lain dikatakn mansukh( dihapus). Ketiga dasr tersebut adalah:
·         An naql as shorih yang membhas tentang ziarah.
·         Melalui kesepakatan umat
·         Melalui studi sejaarah [5]



Perbedaan pendapat tentang adanya ayat-ayat mansukh dalam al-qura’an
Ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir mengenai apa saja yang dinasakh dari ayat-ayat Al Qur’an, maupun ayat-ayat yang mansukh. Di dalam ilmu tafsir ada istilah Annasikh dan Almansukh. Annaasikh adalah ayat-ayat yang menghapus, sedangkan al Mansukh adalah ayat-ayat yang dihapus.

Kelompok pendapat pertama dari kalangan ahli tafsir (jumhur ulama) meyakini ada ayat-ayat yang menghapus (naasikh) dan ada ayat-ayat yang dihapus (mansukh), tetapi dari segi hukumnya saja, bukan  redaksi atau lafal ayat.  Jadi redaksi ayat masih tetap tidak dihapus.
Sebagai contoh pertama adalah ayat 219 Surat Al Baqarah :
Yas aluunaka ‘anil khomri wal maisir…Qul fiihima itsmun kabiirun wa maanaafi’u linnas wa itsmuhumaa akbaru minnaf’I himaa…
“ Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS Al Baqarah : 219)

Bagi kelompok yang meyakini ada nasikh mansukh dari segi hukum, ayat ini dinasikh atau dihapus hukumnya oleh S. Al Maidah ayat 90. Innamal khomru wal maisiru wal anshobu wal azlaamu rijsumin ‘amalisysyaithoon fajtanibuuhu…
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al Maidah : 90)
Begitu juga S. An Nisa’ ayat 43 juga di nasikh oleh ayat ini tadi.
Walaa taqrobushsholaata wa antum sukaaro. hattaa ta’lamu maa taquuluuna….
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun”. (QS An Nisa’:43)

Sedangkan kelompok pendapat kedua dari kalangan ulama’meyakini ada juga ayat-ayat yang dihapus dari redaksi ayatnya. Contohnya adalah ayat tentang rajam (hukuman bagi pezina muhson). Di dalam surat AnNur tentang sangsi atau had (hukuman) bagi pezina itu Allah nyatakan AzZaaniyatu wazzaanii fajliduu kulla waahidin minhumaa mi-ata jaldah… (Pezina perempuan dan pezina laki-laki cambuklah tiap dari mereka itu seratus kali cambukan…)
Tetapi dalam hadits hukuman itu masih ada,  hanya saja redaksi ayat tentang rajam ini sudah tidak ada. Jadi sudah dihapus denganAzzaaniyatu wazzaani fajliduu dan seterusnya. Jadi Allah menggunakan kata-kata yang umum. Jadi tidak dibedakan antara pezina muhson (yang sudah kawin) atau pezina yang ghoiru muhson (pezina yang belum kawin.)

Kemudian kelompok pendapat ulama yang ketiga adalah menolak faham tentang adanya ayat nasikh dan mansukh. Contohnyaimam Abu Muslim Al Isfihani. Ia berpendapat tidak mungkin di dalam Al Qur’an ada nasikh dan mansukh. Apalagi nasikh mansukh yang berkaitan dengan redaksi. Jadi menurut beliau istilahnya bukan nasikh mansukh, tetapi hanya pengecualian atau ketentuan lain. Sedangkan redaksinya tetap.  Jadi (misalnya) kalau kita ingin membina atau mengingatkan orang-orang yang mabuk tadi ada istilah tadrij. Jadi redaksi maupun hukumnya tidak dimansukh, tetapi tetap dan memang harus demikian. Itu merupakan teknik atau sistim tadrij yang dipakai  Al Qur’an untuk mengingatkan manusia. . Baik itu hukumnya maupun redaksinya tidak dihapus, hanya itu merupakan pengecualian atau pengkhususan …Atau itu sebenarnya merupakan suatu teknik tadrij .
Sebagai contoh untuk mencegah orang yang minum minuman keras tidak mungkin dihentikan sekaligus, tetapi melalui tiga tahapan tadi. Istilahnya tadrij dari sedikit demi sedikit. Pertama penyadaran dulu dengan diajak berpikir : Yas aluunaka ‘anil khomri wal maisir…Qul fiihima itsmun kabiirun wa maanaafi’u linnas wa itsmuhumaa akbaru minnaf’I himaa… Dalam mengajak berpikir ini sudah diarahkan. Jadi ini obyektif: O, memang khomr itu minuman keras ada manfaatnya, juga ada madhorotnya. O, manfaatnya memanaskan badan, tetapi ada madhorotnya: merusak hati, pikiran, dan sebagainya. Dalam mengajak berpikir tersebut sudah diarahkan:    wa itsmuhumaa akbaru minnaf’I himaa… Dan dosa atau madhorotnya lebih besar dibandingkan manfaatnya.  Setelah itu tahap kedua:  Walaa taqrobushsholaata wa antum sukaaro hattaa ta’lamu maa taquuluuna…. janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,  Ketika ayat ini turun orang masih boleh minum khomr, tetapi diingatkan : jangan menjalankan sholat !  Kemudian baru tahap yang ketiga, secara tegas dinyatakan keharomannya dalam Surat Al Maidah ayat 90:  Innamal khomru wal maisiru wal anshoobu wal azlaamu rijsumin ‘amalisysyaithoon fajtanibuuhu… Jadi ini merupakan suatu teknik tadrij, sebagaimana dipahami Abu Muslim al Isfihani tadi bahwa tidak ada nasikh mansukh, apalagi redaksinya.       Kalau ada ayat yang turun dianggap sebagai nasikh, maka menurut al Isfihani itu adalah ayat yang berfungsi untuk memberi pengecualian atau pengkhususan atau sebagai teknik tadrij, yakni dalam menyelesaikan permasalahan tidak melarang sekaligus, tetapi melalui tahapan seperti contoh masalah khomr tadi[6].







[1] Rosihhon anwar, ulum qur’an , bandung: pustaka setia , hlm. 168-173
[2] Dedi supriadi, ushul fiqih perbandingan, hlm 378

[4] Usman, ulumul qur’an , hlm.269-271

[5] http://evaageynos.blogspot.co.id/2013/02/nasakh-mansukh.html

[6] http://mambaulhikaminduk.blogspot.co.id/2012/03/ulumul-quran-nasikh-mansukh.html


Pengaruh Metode Pemberian Tugas Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XII IPA 2 di SMAN 1 JONGGAT

KATA PENGANTAR
Syukur alhamdullah saya panjatkan ke hadiran Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas UAS dengan judul “apakah ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT “ ini. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pembimbing kami Ibu Nur Hilaliati M.Ag. yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Demikian makalah kami buat semoga bermanfaat











DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB 1 : PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A.    LATAR BELAKANG............................................................................................ 1
B.     RUMUSAN MASALAH....................................................................................... 1
C.     TUJUAN................................................................................................................. 2
BAB II : PEMBAHASAN................................................................................................. 3
A.    DEFINISI HASIL BELAJAR............................................................................... 3
B.     MODEL MENGAJAR MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS 4
C.     KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE PEMBERIAN TUGAS........ 5
D.    CARA MENGATASI KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE PEMBERIAN           TUGAS................................................................................................................................. 6
E.     CIRI-CIRI BELAJAR............................................................................................ 7
F.      PRINSIP-PRINSIP BELAJAR.............................................................................. 8
G.    HASIL PENELITIAN ........................................................................................... 8
BAB III : PENUTUP.......................................................................................................... 10
KESIMPULAN ................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 11
BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Banyak masalah yang timbul tentang masalah pembelajaran matematika disetiap sekolah, baik itu dikarenakan siswa kurang aktif, kurang kemauan, dan kurang semangat siswa serta karena kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita kedalam bentuk kalimat matematika, disebabkan pelajaran yang diutamakan oleh siswa adalah mata pelajaran lain.
Kesulitan juga dialami oleh guru karena kurang pahaman seorang guru terhadap materi yang akan  diajarkan, yang mana materi yang sebagai prasyarat untuk melanjutkan kemateri yang berikutnya atau dengan kata lain mana materi yang harus di dahulukan dan mana materi yang selanjutnya maksudnya yaitu agar pelajarnnya bisa berkaitan antara materi yang satu dengan yang lain, akhirnya berakibat kepada siswa yang diajarkan, karena materi dasarnya atau materi prasyaratnya belum diajarkan  sehingga siswapun bingung dan akhirnya prestasi belajar siswapun menurun



B.     RUMUSAN MASALAH
apakah ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT ?

C.    TUJUAN
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap metode pemberian tugas terhadap hasil belajar matematika di SMAN 1 JONGGAT












 BAB II
                           PEMBAHASAN
A.    DEFINISI HASIL BELAJAR
Hintzman dalam bukunya the psychology of learning and memory berpendapat learning is a change in organism due to  experience which can affect the organism’s behavior. Berpendapat bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme  (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.[1]
                        Belajar Menurut Pandangan Robert M. Gagne
Belajar adalah suatu proses suatu proses yang kompleks, sejalan dengan itu menurut Robert M. Gagne (1970) belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan (1) stimulasi yang berasal dari lingkungan. (2) proses kognitif yang dilakukan olek pelajar. Gagne (1970) mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.[2]
Secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkanproses kognitif.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia  Hasil  adalah  sesuatu yang menjadi akibat dari usaha, pendapatan, panen dan sebagainya.[3]
Jadi hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relative menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkomtrol yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah ditetapkan lebih dahulu oleh seorang guru. Anak yang berhasil dalam belajar ialah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan instruksional.
B.     Model mengajar menggunakan metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas dan prestasi adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus di pertanggung jawabkannya. Tugas yang di berikan oleh guru dapat memperdalam bahan pengajaran, dan dapat pula mengecek bahan yang dipelajri. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.
C.    Kelebihan dan kekurangan metode pemberian tugas
a.      Kelebihan
Model pemberian tugas mempuyai beberapa kebaikanantara lain: 1 pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat atau bakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik. (2) mereka berkesempat memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri. (3) tugas dapat meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari. (4) tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengelola sendiri informasi dan komunikasi. Hal ini di perlukan sehubungan dengan abad infornasi dan komunikasi yang maju demikian yang maju demikian pesat dan cepat. (5) metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.
b.      Kekurangan
beberapa kelemahan dari metode pemberian tugas ini dalam pembelajaran adalah: (1) seringkali siswa melakukan penipuan diri dimana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar. (2) adakalanya tugas ini dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. (3) apabila tugas terlalu di berikan atau hanya melepas tanggung jawab bagi guru, apalagi bila tugas tugas itu sukar dilaksanakan ketegangan mental mereka dapat terpengaruh. (4) karena kalau tugas diberikan secara umum mungkin seorang anak didik akan mengalami kesulitan karena sukar selalu menyelesaikan tugas dengan adanya perbedaan individual. Kelemahan ini lebih diibaratkan pada siswa, tetapi ada juga kelemahan guru.
D.    CARA MENGATASI KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE PEMBERIAN TUGAS
Ada beberapa cara unruk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode pemberian tugas ini antara lain : (1) tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya jelas, sehingga mereka mengikuti apa yang harus dikerjakan. (2) tugas yang diberikan kepada siswa dengan memperlihatkan perbedaan individu masing-masing. (3) waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup. (4) adalah control atau pengawasan yang sitematis atas tugas yang diberikan sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh (5) tugas yang diberikan hendaknya dipertimbangkan; (a) menarik minatdan perhatian siswa (b) mendorong siswa untuk mencari, mengalami, dan menyampaikan (c) diusahakan tugas itu bersifat praktis dan ilmiah (d) bahan pelajaran yang ditugaskan agar diambilkan dari hal-hal yang dikenal siswa[4]
E.     CIRI-CIRI BELAJAR
dalam definisi beberapa ahli, dapat disimpulkan adanya beberapa ciri belajar yaitu:
a.       Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Ini berarti, bahwa hasil dari belajar hanya cepat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa mengamati tingkah laku hasil belajar, kita tidak akan dapat mengetahui ada tindakan hasil belajar.
b.      Perubahan perilak. Ini berarti, bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-rubah. Tetapi, perubahan tingkah laku tersebut tidak akan terpancang seumur hidup.
c.       Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan tingkah laku tersebut bersifat potensial.
d.      Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.
e.       Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberi semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.
F.     PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Di dalam tugas melaksanakan proses mengajar, seorang guru perlu memerhatikan beberapa prinsip belajar diantaranya :
a.       Apapun yang di pelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu, siswalah yang harus bertindak aktif.
b.      Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.
c.       Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajar.
d.      Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lebih berarti.
e.       Metivasi belajar siswa akan lebih meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya.[5]
G.    HASIL PENELITIAN
Tentu ada, karena dengan adanya  metode pemberian tugas maka siswa akan menjadi lebih berusaha untuk bisa menyelesaikan tugasnya tersebut. Sehingga hasil belajarnya menjadi lebih maksimal.  Jika di kaitkan dengan materi kelebihan dari metode ini adalah pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat atau bakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik. tugas dapat meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari













 BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Berdasarkan kesimpulan dan analisis dapat ditarik kempulan bahwa terdapat pengaruh dalam metode pemberian tugas yang ada di SMAN 1 JONGGAT














DAFTAR PUSTAKA
Baharudin dan Wahyuni nur esa.2017.Teori Belajar dan Pembelajaran.AR-RUZZ media:Jogjakarta
Syah Muhibbin .2010.psikologi pendidikan.Remaja rosdakarya;bandung
Sagala Syful.2003.konsep dan makna pembelajaran.ALVABET:Bandung
Drs.kamisa 2013. Kamus Besar BAHASA INDONESIA. Cahaya Agency: Surabaya




[1] Muhibbin Syah.psikologi pendidikan(bandung remaja rosdakarya,2010), hal 88-89
[2] Syaiful sagala.konsep dan makna pembelajaran.(bandung alfabeta,2013, hal 17
[3] Kamisa,kamus besar Bahasa Indonesia,(Surabaya cahaya agency 2013) hal 221
[4] Syaiful sagala.konsep dan makna pembelajaran.(bandung alfabeta,2013,hal 219-220

[5] Baharudin dan esa nur wahyuni. Teori belajar dan pembelajaran.(Jogjakarta.ar-ruzz media.2010) hal 15-16
 

MATEMATIKA CERIA Template by Ipietoon Cute Blog Design